"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 06 April 2017

Keren! Show Spektakuler Barista Indonesia di JIExpo

 

JAKARTA – Rabu (5/4), Jakarta International Expo (Jiexpo) Kemayoran heboh. Barista-barista top dari seluruh Indonesia unjuk kebolehan di Indonesia Coffee Event 2017 Final. Beragam atraksi dan lomba terkait
kopi langsung memanjakan sejumlah tamu VIP dari berbagai negara sahabat.

Festival yangikut didukung Kementerian Pariwisata itu. Memang heboh. Tak hanya pengunjung yang dimanjakan. Tamu-tamu VIP juga sukses dibuat terpana. Dari mulai Duta Besar Hungaria, Judith Nemeth-Pach, Dubes
Irlandia Kyle O^Sullivan, Dubes Ukraina, Volodymyr Pakhil, Dubes Belgia Patrick Herman, Directorate General of Domestic Trade, Kemendag Tjahya Widayanti, Chairwoman PT. Pamerindo Indonesia, Gustina
Firmansyah, CEO UBM Group,. Tim Cobbold, President & CEO UBM Asia (Hong Kong), Jime Essink, Chairman of Association of Culinary
Professionals, Stefu Santoso, Head of Committee of Speciality Coffee Association of Indonesia, Mr. A. Syafrudin dan President Director PT. Jakarta International Expo, Murdaya PO, dibuat terpana dengan atraksi
dari barisan barista Indonesia.

“Acaranya sangat seru. Bila Anda pecinta kopi, jangan lewatkan acara ini.,” tutur ketua pelaksana Indonesia Coffee Event 2017, Cindy Herlin Marta di Jiexpo, Jakarta, Rabu (5/4).

Mengambil tema Best for The World, agenda ini memang berjalan atraktif. Balutan lomba meracik aneka kopi Indonesia banyak disorot
pengunjung. Lomba Indonesia Barista Championship (IBC), Indonesia Brewers Cup (IBrC), Indonesia Latte Art Championship (ILAC), & Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC), sukses membius pengunjung yang datang ke JIExpo Kemayoran.

"Ada 48 barista dari wilayah Indonesia yang ikut serta dalam babak penyisihan pada Desember tahun lalu dan Februari kemarin. Sebagian
besar barista berasal dari wilayah Bali, sementara sisanya berasal dari wilayah Surabaya, Makassar, Semarang, Yogyakarta, dan Malang. Terdapat Ada juga 2 barista yang maju secara independen, tanpa disokong oleh kedai kopi tempatnya bekerja," tambahnya.

Cindy menjelaskan, dari masing-masing cabang saat penyisihan lalu, 3 besar maju untuk bertanding di Indonesia Coffee Events 2017  tahap final yang dimulai hari ini.

"Tahap final sendiri terdiri dari babak kualifikasi final, babak semifinal, dan babak final. Para pemenang juara I di Eastern Championship ini akan otomatis maju ke semifinal, tanpa perlu melalui babak kualifikasi final," jelas Cindy.

Pemenang Indonesia Coffee Events 2017 nantinya akan mengikuti kompetisi barista sedunia, World Barista Championship (WBC) di Korea Selatan dan World Brewers, Latte Art dan Cup Taster Championship di Budapest, Hungaria.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian
Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan, Kementerian Pariwisata siap mendukung para barista Indonesia untuk mengikuti kejuaraan tingkat dunia.

"Semoga para barista kita ini masuk peringkat 10 besar di event internasional. Harapan ini selain untuk memperkenalkan barista
Indonesia di kancah dunia, juga ingin memperkenalkan produk kopi asli Indonesia," ujar Esthy.

Menpar Arief Yahya juga ikut merespon positif acara ini. Kebetulan, kopi menjadi minuman primadona dunia. Minuman yang mengandung kafeinbtinggi ini menjadi minuman nomor dua yang paling banyak dikonsumsi masyarakat dunia setelah air putih. “Indonesia itu rajanya kopi. Kita punya banyak varietas kopi yang sudah mendunia. Silakan buktikan sendiri datang ke Indonesia untuk datang mencicipi kopi,” terang Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Bila disinkronkan dengan pariwisata, akan sangat match. Sekedar gambaran, Indonesia punya banyak kopi kelas premium. Tengok saja Kopi Luwak. Ini adalah brand termahal yang pernah ada. Harganya mencapai USD 100 per 450 gram. Untuk wisatawan high end, kopi jenis ini sangat layak untuk dicoba.

Level baristanya? Sudah sangat meningkat. Secara teknik dan pengetahuan tentang kopi, level barista Indonesia sudah sejajar bahkan
beberapa ada di atas barista negara-negara ASEAN. Gelar runner-up Asia Barista Championship 2012 di Singapura sudah pernah disambar barista Indonesia. Begitu juga dengan gelar juara Internasional Barista Vergnano 2014 (Vergnano Best Barista Competition). Even bergengsi di SIAl, Paris, Perancis itu juga dimenangkan barista Indonesia.

"Industri kopi bisa bersinergi dengan pariwisata. Indonesia diminati wisatawan asing tak hanya sebatas keindahan alam saja, namun kekayaan kuliner seperti kopi juga membuat lidah warga dunia ingin terus datang
ke Indonesia,” ungkap Arief Yahya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!