"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 08 April 2017

Mengundang Wisatawan Ke Kebun Raya Bogor Melalui Tema Wisata Flora

 

BOGOR - Sejak dibangun Gubernur Jenderal Hindia Belanda G.A.G.P Van Der Capellen pada 18 Mei 1817, Kebun Raya Bogor masih tetap menjadi salah satu idaman para wisatawan. Kebun yang dibangun untuk kepentingan ilmu pengetahuan itu juga menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menarik wisatawan ke Jawa Barat.

Bahkan Presiden Joko Widodo sering jalan sehat di kawasan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon langka itu. Kebun Raya Bogor juga menjadi ikon pariwisata Kota Hujan itu. 

Salah satu strategi untuk tetap menjadikan Kebun Raya Bogor menarik bagi para wisatawan pencinta ilmu pengetahuan adalah program wisata flora. Program itu dilaksanakan sesuai dengan visi Kebun Raya Bogor, yaitu menjadi salah satu Kebun Raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi, penelitian tumbuhan tropika, pendidikan lingkungan, dan pariwisata. Menpar Arief Yahya memang selalu menggunakan standart terbaik, dalam membranding destinasi. 

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan wisata flora bertujuan memberikan sarana pemanduan dan bimbingan yang dapat menunjang kegiatan pendidikan lingkungan. 

"Program yang sudah berjalan hampir 25 tahun ini juga sejalan dengan kurikulum sekolah, sehingga dapat menjadi pelengkap kurikulum dalam memperkenalkan tumbuhan sebagai bagian dari ilmu alam," kata Esthy. 

Bagi pegunjung yang ingin menikmati program ini, tersedia tiga paket wisata flora dan satu modul tambahan. Paket-paket wisata itu adalah paket untuk tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama sampai Sekolah Menengah Atas. 

Pendaftaran wisata flora dapat dilakukan di Gedung Konservasi. Biaya yang harus dibayar oleh peserta adalah Rp37.000. 

Selain paket wisata itu, Kebun Raya juga memiliki daya tarik wisata menarik lainnya, yakni Griya Anggrek Kebun Raya Bogor. Tempat ini diresmikan pada 25 Mei 2002 oleh Presiden Republik Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri. 

Griya yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap anggrek alam ini merupakan tempat pameran koleksi anggrek. Selain itu, griya ini juga menjual species anggrek dan tanaman non-Anggrek seperti Nepenthes dan Alocasia dalam bentuk botolan atau pot. 

Esthy mengungkapkan, Griya Anggrek juga memiliki nilai sejarah tersendiri, khususnya bagi hubungan Indonesia dengan Korea Utara. Dalam griya ini, terdapat koleksi Anggrek Kimilsungia, yang diambil dari nama mantan Presiden Korea Utara, Kim Il-Sung. Ketika Presiden Korea Utara tersebut berkunjung ke Indonesia pada tahun 1965, Soekarno menghadiahkan anggrek hasil penyilangan Dendrobium Ale ale Kai (induk betina) dan Dendrobium Lady Constance (induk jantan) kepada Kim Il-Sung. 

Anggrek itulah yang kemudian bernama Anggrek Kimilsungia, dan hingga kini masih menjadi koleksi Griya Anggrek. 

"Pada tahun 2015, Kedutaan Korea Utara mengunjungi Griya Anggrek untuk memperingati 50 tahun bunga anggrek Kimilsungia," kata Esthy. 

Hingga kini pengelola Kebun Raya Bogor mencatat jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor di hari kerja rata-rata mencapai 1.500 hingga 2.000 orang. Jumlah tersebut seringkali meningkat di akhir pekan,hingga mencapai jumlah paling tinggi yakni 6.000 orang.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!