"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 17 April 2017

Menuju Living Heritage, Kota Lama Semarang Dilengkapi Becak Wisata

 

SEMARANG - Kota Lama Semarang yang kini mulai dibanjiri wisatawan terus berbenah. Salah satu upaya menuju pengakuan oleh UNESCO sebagai Word Heritage, Kota Lama akan memanfaatkan transportasi ramah lingkungan berupa becak wisata.

Becak wisata disiapkan bagi wisatawan Kota Lama yang berkeliling menikmati bangunan tua. Pangkalan becak wisata ini akan ada di setiap kantung parkir yang ada di Kota Lama.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyampaikan becak wisata sebagai salah satu perwujudan konsep living heritage Kota Lama. Menghidupkan kembali roda kehidupan di Kota Lama inilah yang menjadi salah satu prasyarat yang diminta oleh UNESCO.  

"Di sana (Kota Lama, red) harus ada kehidupan, UNESCO itu minta tak hanya terkait gedung bersejarah warisan dunia tinggalan masa lampau saja yang diexplore, juga bagaimana kedepannya pemanfaatan kawasan itu seperti apa," kata Hevearita yang juga wakil walikota Semarang ini.

Becak wisata rencananya akan mulai dioperasikan pada saat perayaan HUT Kota Semarang ke- 470 pada 2 Mei mendatang. Untuk menuju kesana akan disemarakkan dengan sosialisasi berupa lomba melukis dan mural becak wisata.

"Ini sebagai tahapan penataan Kota Lama, kita sudah atur batas tonase kendaraan yang melintas, beberapa jalan juga sudah steril dari kendaraan, lalu rekayasa lalu lintas, dan becak wisata akan kita launching setelah semua tahapan itu berjalan," katanya.

Ita, sapaan Ketua BPK2L ini berkeinginan konsep living heritage benar-benar ada di Kota Lama. Bahwa kehidupan nyata di Kota Lama bisa berjalan secara mandiri sehingga menjadi penggerak roda perekonomian dan kehidupan yang nyata.

"Pemilik gedung akan kita kumpulkan dan diberikan sosialisasi, pemanfaatannya bisa untuk kafe, toko, home stay, jadi aktifitas disana benar-benar digerakkan oleh masyarakat Kota Lama," ujarnya.

Dia berharap, becak wisata bisa dimanfaatkan oleh wisatawan berkeliling ke gedung-gedung Kota Lama.  Seperti Monod Huis yang berfungsi sebagai sentra worksop batik, gedung Art Gallery, Out de Trap, UKM Centre gedung Telkom, Taman Sriguntung, Gereja Blenduk, Taman Garuda, Polder Tawang, dan gedung lainnya. 

Kota Lama Semarang mulai dikembangkan sejak tahun 1677. Kawasan ini dulu merupakan pusat tata niaga Kota Semarang. Disebut sebagai Kota Lama karena di kawasan ini terdapat gedung-gedung yang telah berusia hampir 2 abad. Kawasan Kota Lama telah direvitalisasi dan dijadikan kawasan cagar budaya.

Menpar Arief Yahya berharap Kota Lama Semarang segera menjadi destinasi baru yang cocok buat wisatawan mancanegara, terutama Eropa dan Amerika. Karena karakter Kota Lama adalah heritage building yang bergaya Eropa, peninggalan Belanda. 

Tantangan heritage building itu adalah maintenance, merawat, menjaga keutuhan bentuk, kesatuan dengan kawasan, dan mengembalikan ke aslinya. "Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan! " jelasnya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!