"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 06 April 2017

Pertengahan 2017, VietJet Siap Jelajahi Langit Indonesia

 

HO CHI MINH - Sales Mission yang digelar Kemenpar di Ho Chi Minh, Vietnam, Senin (3/4) serta Hanoi, Rabu (5/4), sudah digeber total.
Hasilnya? Ada semangat Indonesia Incorporated yang terbangun. Konjen
RI untuk Ho Chi Minh, Jean Anes, ikutan gabung membantu pariwisata.

Actionnya, mengawal penjajakan kerjasama dengan VietJet Air agar membuka rute Ho Chi Minh - Jakarta. “Dari aspirasi warga Ho Chi Minh dan sejumlah travel agent yang ada, mereka ingin menuju obyek wisata Indonesia dengan penerbangan langsung. Sampai saat ini belum ada pesawat yang melayani penerbangan dari Vietnam langsung ke lokasi wisata,” terang Konjen RI untuk Ho Chi Minh, Jean Anes, Rabu (5/4).

Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Jean pun ikut mendorong salah satu maskapai Vietnam, VietJet untuk terbang ke Indonesia. Rencananya, penerbangan perdana untuk rute itu akan dimulai pada pertengahan tahun ini. "Pertengahan tahun ini VietJet akan terbang dari Ho Chi Minh ke Jakarta, sebagai uji coba," kata Jean.

Jean melanjutkan, VietJet nantinya tak hanya membuka rute Ho Chi Minh-Jakarta, tetapi juga Ho Chi Minh-Bali. Namun, untuk rute yang
kedua itu akan dibuka setelah mengkaji pelaksanaan rute Ho Chi Minh-Jakarta. 

“Warga Ho Chi Minh dan sejumlah travel agent yang ada maunya satu. Mereka ingin menuju obyek wisata Indonesia dengan penerbangan langsung. Bukan transit ke Jakarta seperti selama ini. Terlalu lama dan berbiaya mahal jika ke Bali atau Jogja harus mampir Jakarta dulu. Sebab sampai saat ini belum ada pesawat yang melayani penerbangan dari Vietnam langsung ke lokasi wisata,” ungkapnya.

Konektivitas udara memang menjadi kendala kedua negara. Sebab saat ini, hanya ada satu penerbangan dengan rute Ho Chi Minh - Jakarta (PP) yang dijalankan maskapai Vietnam Airlines. Sehari satu kali penerbangan. Maskapai lain baru bisa melayani dengan transit Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei. 

Diantaranya Tiger Air, Jetstar, Air Asia,
Malaysia Airlines, Singapore Airlines, dan Thai Airlines. Sementara, kunjungan wisman asal Vietnam ke Indonesia terus meningkat.
Berdasarkan catatan Kemenpar, selama 2015, ada 44.000 turis Vietnam yang masuk Indonesia. Dan pada 2016, jumlah wisatawan Vietnam yang berkunjung ke Indonesia meningkat menjadi 60.000 orang.

"Dengan digelarnya Sales Mission ini serta realisasi penerbangan langsung, saya yakin akan ada peningkatan kunjungan wisman dari
Vietnam di tahun ini menjadi sekitar 100.000 an orang," kata Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani
Mustafa.

Kebetulan, air coonectivity adalah salah satu program prioritas yang sedang digeber Menpar Arief Yahya di 2017. Dua lainnya adalah Go
Digital dan Homestay Desa Wisata. "Jika ada koneksi dari Vietnam, maka destinasi di Indonesia akan semakin hidup," kata Menpar Arief Yahya.

Dari paparannya, Air Connectivity adalah critical success factor nomor satu, untuk menarik inbound tourism ke tanah air. “Sekitar 75% wisman masuk dengan airlines, dengan pesawat, melalui bandara. Sisanya, 25%
melalui pelintas batas darat dan penyeberangan,” jelas Arief Yahya, Menpar RI, yang rajin berkunjung dari perusahaan penerbangan ke perusahaan penerbangan lainnya.

Untuk merealisasikan ini, Menpar Arief sudah berkali-kali berkunjung dan bertemu dengan CEO perusahaan airlines, seperti AirAsia, Singapore Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya, Jeju Air Korea, Scoot Airline dan Tiger Air di kantornya Changi Airport Singapore. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!