"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 01 April 2017

Sejuta Cangkir Kopi NTT Bakal Hebohkan Tour de Flores

 

FLORES - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah mempersiapkan agenda sport tourism internasional, Tour de Flores, 9-14 Mei mendatang. Acaranya dijamin seru. Karena selain even sport tourism berskala global, juga akan dimeriahkan festival budaya dan pertunjukan seni, serta Gerakan Sejuta Cangkir Kopi yang bisa dinikmati di sana. 
 
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengungkapkan, untuk menyukseskannya, Pemprov NTT dan sejumlah Pemkab se-daratan Flores dan Lembata menyiapkan anggaran sekitar Rp 4,5 miliar. Dan saat ini, pihaknya sedang melakukan sejumlah persiapan.  Di antaranya melakukan rapat dan koordinasi dengan tujuh kabupaten se-daratan Flores dan Kabupaten Lembata.
 
"Akan ada pembagian tugas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Pemerintah pusat perannya mempromosikan ke berbagai negara melalui media intenasional, sedangkan pemerintah provinsi bersama dengan Event Organizer (EO), akan berkoordinasi dengan pemeritah kabupaten (Pemkab) sedaratan Flores dan Lembata," ujar Marius, Sabtu (1/4).
 
Kemasan Tour de Flores 2017 memang dipersiapkan superserius. Sebelum acara akbar, sudah ada sejumlah aktivitas pre-event yang dimulai 6 dan 7 Mei 2017. “Ibaratnya kita panaskan mesin dulu. Kita giring masyarakat dan wisatawan untuk ramai-ramai menonton Tour de Flores 2017,” ungkapnya.
 
Setelah ada awareness, barulah masyarakat dan wisatawan diajak untuk menyaksikan langsung kedahsyatan spot-spot keren yang dilewati Tour de Flores. Dari mulai Larantuka-Maumere (Kabupaten Sikka), menuju Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai dan terakhir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, semua menyimpan panorama keren kelas dunia.
 
"Rencana melalui enam etape dengan total lintasan 661,5 km. Etape pertama akan dimulai di Larantuka, hingga etape keenam akan berakhir di Labuan Bajo," papar Marius.
 
Namun sebelumnya, peserta akan berkumpul di Lembata pada 8 Mei 2017. Saat berada di Lembata nanti, para peserta akan menyaksikan pertunjukan seni budaya dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Lembata. Setelah dari Kabupaten Lembata para peserta selanjutnya menyeberang ke Larantuka, Kabupate Flores Timur untuk star etape pertama pada 9 Mei.
 
"Setiap kabupaten diberi kebebasan untuk berinovasi guna menyemarakkan acara itu, karena ini adalah kegiatan internasional sehingga menjadi kesempatan untuk ditunjukkan ke dunia bahwa NTT, khususnya Flores mampu menyelenggarakan kegiatan ini untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2016 berlangsung sukses," jelas Marius.
 
Selain itu, di Tour de Flores 2017 mendatang, rencananya juga akan digelar Gerakan Sejuta Cangkir Kopi. Dalam event ini semua masyarakat akan bersama-sama meminum kopi dari ujung Flores Timur hingga Manggarai Barat pada jam yang sama di acara penutupan Tour de Flores 2017. "Saya setuju dengan side event seperti Gerakan Sejuta Cangkir Kopi tersebut. Kalau main event Tour de Flores kan hanya menarik para riders dan timnya saja, jadi memang harus ada acara lain untuk side event yang bisa menarik wisatawan, dan tentunya lokal konten harus diangkat," ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti.
 
Menpar Arief Yahya sangat mendukung rencana sport tourism itu. "Sport event, atau sport tourism itu direct impact-nya hanya 30%, dibandingkan dengan media value-nya, karena terekspose secara mendunia. Tetapi jangan khawatir, 60% dari wisman yanh terlibat di sport event itu biasanya menjadi repeater, mereka datang lagi sebagai wisman," kata Arief Yahya. 

Menurut pria yang baru saja menyambar Mens Obsession Award 2017 itu, event seperti Tour de Flores sangat penting bagi perkembangan industri pariwisata Indonesia. “Tour de Flores juga menjadi cara yang paling mudah bagi daerah untuk mendapatkan support public facilities seperti perbaikan jalan yang dilintasi cycling," kata Menteri Arief. 

"Wisnus juga bisa semakin marak di daerah yanh dilintasi event seperti Tour de Flores. Sebelumnya sudah ada pengalaman yang sama seperti Tour de Singkarak di Sumatera Barat, Tour de Ijen di Banyuwangi yang begitu populer. Event-event tersebut sudah terbukti mampu menggairahkan perwisataan Indonesia,” ujarnya.
 
Daerah lain yang sudah sering menggelar sport tourism skala internasional, ekonominya langsung bergerak maju.  “Setidaknya ada dua manfaat penting yang dapat kita dapatkan dari Tour de Flores ini. Yang pertama infrastruktur daerah setempat akan lebih maju. Dulu jalan di Banyuwangi itu terkenal tidak bagus, begitu ada Tour de Ijen, jalannya menjadi bagus. Yang kedua adalah memperkenalkan destinasi wisata kita. Di Flores mulai dari Larantuka sampai Labuan Bajo itu sangat indah, tapi jarang ada yang tahu. Saya yakin setelah event ini Flores jadi makin dikenal dunia,” tutupnya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!