"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 18 Juni 2017

Borobudur International Festival 2017 Bakal Banjir Wisman #MudikWisataKemana

 

MAGELANG - Borobudur International Festival (BIF) 2017 diikuti tiga negara, yakni Jepang, China, dan Belanda. Mereka akan menampilkan karya seni dan kreativitas masing-masing. Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bakal kebanjiran wisatawan nusantara (Wisnus) dan Wisatawan Mancanegara (Wisman).

BIF 2017 akan digelar pada 28 hingga 30 Juli 2017 mendatang. Event yang dipusatkan di Lapangan Lumbini ini diharapkan mampu menyedot ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong penambahan jumlah wisatawan mancanegara. Jika selama 2016 mencapai 3,7 juta wisatawan atau meningkat dibanding 2015 sebanyak 3,5 juta wisatawan, pada Borobudur International Festival yang berlangsung tiga hari akan meningkatkan jumlah pengunjung yang datang ke Borobudur,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti, di Jakarta, Jumat (16/6). 

Lebih lanjut Esthy menerangkan, BIF 2017 akan membawa dampak perekonomian langsung bagi masyarakat setempat karena ribuan orang yang datang. Lerputaran uang akan berlangsung di sana.

"Adanya peningkatan jumlah wisatawan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi yang lain seperti mereka yang belanja dan tingkat hunian kamar hotel juga ikut meningkat, serta homestay di sana pasti akan penuh," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan bahwa BIF 2017 akan menapilkan sajian kesenian daerah Magelang, dilanjutkan dengan pembukaan Pameran Permuseuman dan Kepurbakalaan, serta penampilan duta seni provinsi dan duta dari mancanegara.

Ada juga familiarization trip dimana pesertanya berasal dari mancanegara. Mereka akan diajak melihat langsung destinasi serta keindahaan Candi Borobudur. Tidak ketinggalan, pelatihan pramuwisata bagi masyarakat Kabupaten Magelang.

Event ini merupakan wadah bagi seniman yang ingin berkreasi menampilkan semua hasil karya seni dan kreativitas. “Harapan kami tidak muluk-muluk. Ada 1.000 wisman dan ribuan wisatawan Nusantara bisa hadir selama festival,” ujarnya.

Urip menambahkan, hingga saat ini sudah terdapat tiga negara yang menyatakan siap menjadi peserta BIF 2017. Kegiatan BIF 2017 ini, lanjutnya, tidak hanya menggali keindahan Candi Borobudur, juga akan melibatkan pementasan seni dari negara asing.

“Saat ini yang sudah konfirmasi ada tiga negara meliputi Jepang, China, dan Belanda. Kita kejar terus kepastiaan mengenai keikutsertaan negara lain. Festival itu juga menggali potensi budaya dalam arti lebih luas seperti karya seni dan kreativitas masyarakat. Selain itu juga memamerkan desa wisata Borobudur yang memiliki keunikan budaya,” ujarnya.

Inilah yang diharapkan Menpar Arief Yahya. Setiap event pariwisata harus berdampak ekonomi secara signifikan, hingga 170 persen multiple effects-nya. Tidak saja buat pemerintah, tetapi juga masyarakat sekitar.

"Pariwisata adalah sektor yang paling cepat, mudah, dan murah untuk menaikkan devisa, PDB (Pendapatan Domestik Bruto), dan ketenagakerjaan. Mudah karena recourses kita sudah hebat, alam dan budaya kita sudah sangat layak jual. Murah karena hanya dibutuhkan 2 persen dari projection-nya, sudah bisa running. Mana ada industri yang seperti ini?," kata Arief Yahya.

Dari event BIF 2017 selama tiga hari nantinya, pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambaban, dan Ratu Boko memprediksikan ada dampak positif ekonomi yang meningkat. Hotel-hotel, homestay, dan penginapan banjir tamu. Belum lagi penjual souvenir, pemandu, dan tukang parkir yang jumlahnya ribuan orang. Ada 3.500 pedagang di Candi Borobudur dan 76 pemandu wisata yang terlibat melayani para pengunjung.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!