"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 18 Juni 2017

Dukung Go Digital, Traveloka Rambah Penjualan Tiket Online Atraksi Wisata

 

JAKARTA – Gelombang Go Digital yang dihembuskan Menteri Pariwisata Arief Yahya terus menghantam semua lini. Angkasa Pura II dengan semua bandara yang berada di bawahnya sudah mempopulerkan #IndonesiaAirports yang menjadi trending topic nasional di Twitter.

Kini spirit “Go Digital Be The Best” yang pernah di Rakornas-kan Kemenpar di Oktober 2016 itu disambut positif perusahaan Information Technology (IT), Traveloka. Perusahaan internet penyedia aplikasi travel booking untuk destinasi lokal dan internasional itu kini menyediakan layanan pemesanan untuk tiket masuk beragam atraksi di Indonesia.

Makin seru saja, gelombang “Go Digital” yang bermain di sector pariwisata ini. Yang penasaran, ingin berlibur dengan ditemani dengan panduan aplikasi yang oke, silakan googling “Aktivitas & Rekreasi.” “Ingat tagline-nya. The More Digital The More Professional, The More Digital The More Global, The More Digital The More Personal,” sebut Arief Yahya, yang Mantan Dirut PT Telkom ini.

Aplikasi itu sudah bisa diakses lewat situs web maupun aplikasi Traveloka, Traveloka App. Layanan pemesanan Aktivitas & Rekreasi dari Traveloka menawarkan kemudahan perjalanan untuk pelanggan, berupa pemesanan perjalanan dan aktivitas liburan hanya melalui satu aplikasi.

Salah satu keuntungan yang ditawarkan Traveloka adalah kenyamanan berupa penghematan waktu. Pelanggan tidak perlu mengantre atau pun mencetak e-voucher. Yang perlu disiapkan hanya smartphone dan menunjukkan e-voucher yang telah dipesan lewat Traveloka App.

“Sebagai penyedia jasa perjalanan secara online, kami melihat bahwa pemesanan tiket aktivitas dan rekreasi merupakan salah satu elemen pendukung sebuah perjalanan dan liburan. Maka dari itu, kami hadirkan

layanan ini sehingga pelanggan bisa memesan tiket perjalanan, akomodasi, hingga aktivitas dan rekreasi, hanya melalui satu aplikasi," ujar SVP Business Development Traveloka, Christian Suwarna, Sabtu (17/6).

Di samping itu, Traveloka juga menawarkan penerbitan e-voucher instan untuk beragam atraksi populer yang ditandai dengan logo berwarna biru dan ikon kilat. Khusus untuk pilihan tersebut, e-voucher akan terbit hanya dalam beberapa menit setelah pembayaran selesai dilakukan.

"Untuk kawasan domestik, saat ini Traveloka menyediakan ribuan pilihan aktivitas dan rekreasi di lebih dari 100 kota di 27 provinsi se-Indonesia," kata Christian Suwarna.

Beberapa tempat populer seperti Taman Impian Jaya Ancol, Trans Studio Bandung, Kidzania Jakarta, Jungleland Bogor, Waterbom Bali, Martha Tilaar Spa, De Tones Karaoke, dan tur harian seperti Tur Orang Utan Bukit Lawang, sudah tersedia dan dapat dipesan di Traveloka.

“Kami juga membuka peluang dan kerja sama dengan para pengelola aktivitas dan rekreasi untuk bermitra langsung dengan Traveloka. Saat ini, aplikasi kami telah diunduh lebih dari 15 juta pengguna, yang sekaligus memberikan gambaran besarnya peluang para pengelola kegiatan aktivitas dan rekreasi untuk menyasar pasar yang lebih luas lagi," tutur Christian Suwarna.

Selain kawasan domestik, Traveloka juga menawarkan pilihan atraksi di kawasan internasional seperti Universal Studios Singapore, Hong Kong Disneyland, Legoland Malaysia, bahkan tiket F1 Singapore Grand Prix 2017 yang akan dihelat pada 15 September mendatang.

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi kepada Traveloka karena memiliki komitmen tinggi dalam mendukung sektor pariwisata nasional via digital. “Saya acungkan dua jempol ke Traveloka soal komitmennya mendukung Teknologi Informasi (TI) untuk sektor pariwisata,” ungkap pria yang akrab disapa AY itu.

Menpar Arief Yahya menambahkan, para pelaku usaha di sektor Pariwisata harus menyadari go digital tak bisa ditunda jika ingin menang dalam kompetisi.

"Cepat atau lambat, digitalisasi itu tidak bisa dihentikan, juga tidak bisa direm, progres-nya. Semakin lambat mengantisipasi, semakin jauh tertinggal dari negara lain, dan ujungnya kita hanya menjadi penonton

di negeri sendiri. Bukan menjadi tuan rumah, yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk bisnis pariwisata di tanah air," tutur pria asal Banyuwangi yang lebih dari 30 tahun menggeluti digital itu. Menpar Arief Yahya menjelaskan, di era digital saat ini telah mengubah

perilaku masyarakat yang menginginkan kebutuhan sesuatu serba cepat dan mudah, termasuk para wisatawan yang akan melakukan perjalanan (traveler); mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi (look), kemudian memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay) dilakukan secara digital.

“Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital. Dengan kata lain kini wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” kata Menpar Arief Yahya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!