"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Jumat, 23 Juni 2017

Festival Lampu Colok Meriahkan #Malam7Likur @GenPIKepri

 

Lampu colok kembali menghiasi malam-malam terakhir puasa Ramadan di Kepri. Malam ke-27 Ramadan atau Tujuh Likur menandai dimulainya pemasangan lampu colok.

Di beberapa daerah di Kepri seperti Bintan, Lingga, Karimun, bahkan membuat Festival Lampu Colok untuk memeriahkan malam-malam terakhir Ramadan dan mengangkat budaya Melayu ini agar tetap terjaga. Warga setempat pun berlomba-lomba membuat hiasan lampu colok dengan berbagai bentuk. Umumnya dibuat gapura dan berupa masjid atau kubah masjid.

"Iya, yang ada Melayu biasanya ada lampu colok,"  kata Fadli, anggota Genpi Kepri dari Karimun.

"Di Benan juga buat lampu Colok. Di Daik Lingga (juga)," timpal Herman Tobing menyebut dua daerah di Kabupaten Lingga sambil memperlihatkan foto-foto hiasan lampu colok.

Sigit Rahmadianto di Kundur, Kabupaten Karimun pun tak mau kalah. Ia mengirimkan foto-foto lampu hias. "Ini dari Kundur,," sebutnya dalam caption foto yang dikirim ke Genpi Kepri.

Di Kabupaten Bintan, Festival Lampu Colok dipusatkan di Lapangan Antam sejak 21 Juni. Sementara di Kabupaten Karimun  menyebar di beberapa daerah dan tempat. Begitu pula di Kabupaten Lingga.

"Ini beberapa gambar pintu gerbang malam likuran (malam 27  Ramadhan) di beberapa kampung di Daik Lingga," kat Rosana.

Tahun lalu Festival Lampu Colok di Lingga sangat meriah. Warga berbondong-bondong mendatangi lampu colok yang dikreasi berbagai bentuk. Jalanan ramai dan manusia tumpah ruah untuk menyaksikan dekorasi dari lampu colok itu. Mereka berfoto ramai-ramai maupun swafoto untuk mengabadikan keindahan lampu colok dan kemeriahan suasana malam.***
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!