"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 17 Juni 2017

Komunitas Mobil VW Hidupkan Pariwisata Magelang dan Borobudur. #MudikWisataKemana

 

JAKARTA - Kota Magelang memiliki atraksi baru untuk wisatawan bila ingin berkelilng kota (city tour) di Magelang dan Borobudur. Gagasan ini tentu membuat pariwisata di kota pegunungan ini semakin bergeliat.

Komunitas Volkswagen Cabrio Camat Magelang menggagas paket tur berkeliling kota, desa, dan sejumlah destinasi di Kota Magelang, seperti Candi Borobudur. dengan mobil produksi Jerman Barat ini.

Ketua Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S. Thaib didampingi Person In Charge (PIC) Percepatan Borobudur, Larasati Sedyaningsih, menjamin, para wisatawan mendapat pengalaman baru berkeliling Magelang dengan mobil antik ini

“Saat ini di Magelang ada sensasi wisata baru, yaitu Keliling Kota Magelang dan Candi Borobudur menggunakan Mobil VW Cabrio Camat. Sensasi yang menyenangkan bisa berkeliling destinasi sambil menikmati kuliner sepanjang perjalanan,” ujar Hiramsyah, Jumat (16/6).

Larasati menjelaskan, atraksi city tour menggunakan VW Cabrio Camat sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan Magelang sebagai destinasi wisata indah, nyaman dan siap bersaing dengan destinasi wisata lain di Indonesia.

Lebih dari itu, Larasati melanjutkan inovasi berkeliling Magelang dengan mobil VW ini dapat memperluas pasar pariwisata Magelang Raya, menambah lama kunjungan dan tinggal di Magelang Raya serta menambah titik-titik destinasi pariwisata di area Magelang Raya.

Sementara itu, penggagas Komunitas VW Cabrio Camat, Appolo menjelaskan, jika VW Cabrio merupakan kendaraan operasinal Camat pada zaman dahulu. Sampai sekarang, julukan VW ini masih lekat sampai sekarang.

Appolo menjelaskan, kalau komunitas baru berdiri sejak awal tahun ini, bermula saat dia bersama sekitar 10 rekan  bekerjasama dengan sebuah hotel di Kota Magelang, mengenalkan program ini sekitar awal januari silam. Sejak itu, masyarakat Magelang mulai mengenal komunitas VW ini. Bahkan kini sudah banyak yang menggunakan jasanya dengan nama 'Magelang City Tour Special with VW Cobrio Trip'.

"Kami sangat optimis mengembangkan bisnis ini. Meski tidak memiliki atau mengelola destinasi wisata, namun jualan kami sangat berbeda. Bahkan kami bisa membantu menjual destinasi di Magelang,” ujar Appolo.

“Karena dalam paketan jualan kami, ada juga yang keliling ke sejumlah destinasi. Jadi secara tidak langsung, kami juga ikut menjualkan dan mengenalkan destinasi wisata yang ada diwilayah ini. Karena itu kami sangat optimis, dapat ikut meramaikan dunia kepariwisataan disini (Magelang)," beber dia melanjutkan.

Salah satu pakat wisata dari komunitas ini adalah, paket keliling kota Magelang dari dari Hotel Atria. Kemudian, paket keliling desa dan destinasi seperti ke Candi Selogriyo, Candi Ngawen, Candi Borobudur dan lainnya.

"Selama berkeliling maksimal 20 menit, penumpang selalu kami ajak berhenti disebuah destinasi atau paling tidak, agar mereka bisa melihat hamparan sawah atau lokasi dengan pemandangan indah. Hal ini agar penumpang tidak jenuh.

Dalam paketan wisata tersebut, komunitas ini mengajak turis berkeliling sekitar 2 sampai 3 jam dengan harga lebih mulai Rp 450 ribu untuk tiga orang, di luar biaya penginapan. “Kalau ditambah makan, snack dan menginap di Hotel Atria, harga kami jual mulai Rp 800 ribu," promosi Apollo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kreativitas anak muda Magelang dalam mengembangkan industri  pariwisata di Magelang. Dalam setiap kesempatan, Mantan Direktur Utama Telkom ini  selalu mengatakan, “Pariwisata bisa menjadi sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), devisa dan lapangan kerja paling mudah dan murah.

”Bukan hanya itu, pariwisata juga penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8,4 persen, secara nasional menempati urutan ke empat dari seluruh sektor industri. Dan dalam penciptaan lapangan kerja, dari sektor pariwisata tumbuh 30 persen dalam kurun waktu lima tahun.

"Pariwisata pencipta lapangan kerja termurah  dengan US$ 5.000/satu pekerjaan, kalau dibanding rata-rata industri lain sebesar US$ 100.000/satu pekerjaan," ujar Menpar menambahkan.

Karena itu, berkreasi, membuat paket-paket wisata baru, yang penuh sensasi, perlu terus didorong. Semakin banyak komunitas yang bergerak untuk atraksi pariwisata, semakin baik pula impact terhadap perekonomian masyarakat. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!