"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 08 Juni 2017

Tingkatkan Daya Saing Pariwisata, Aceh Gelar Pelatihan Tour Leader

 

ACEH - Semangat Indonesia Incorporated terus menggema di Provinsi Serambi Mekkah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bekerjasama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh kembali menggelar pelatihan tour leader dengan tajuk ”Membangun Etos Kerja Berdaya Saing Global” di Hotel Hijrah Lambaro, Aceh Besar, Selasa (7/6).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengatakan pihaknya bersama stakeholder pariwisata serta instansi terkait terus berupaya memajukan dan mempromosikan Aceh sebagai daerah tujuan wisata budaya halal terbaik yang sesuai dengan nilai ke-Acehan.

“Perkembangan pariwisata Aceh yang terus meningkat dari tahun ketahun menuntut kita untuk terus berbenah demi meningkatkan potensi yang kita miliki,” ujar Reza.

Reza juga berharap kegiatan ini dapat melahirkan tour leader yang lebih siap mempromosikan Aceh kedepannya. "Tour leader nantinya orang yang menemani serta membimbing dan memberi info pada wisatawan yang tengah mengadakan kegiatan wisata mereka. Ia seperti kompas yang mengarahkan kita saat melakukan wisata ke suatu tempat," ucap Reza.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh, Dedy Farian menambahkan,  peserta yang mengikuti kegiatan tour leader terdiri dari para pengusaha tour travel yang ada di Aceh dan industri pariwisata lainnya.

“Kegiatan pelatihan tour leader ini dihadiri oleh para pelaku industri pariwisata di Aceh dengan pemateri dari nasional yaitu Priyadi Abadi yang merupakan Founder IITCF & ATLMI,” ujarnya.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, seluruh peserta diberi materi praktek lapangan ke beberapa tujuan destinasi. Tujuannya, agar peserta bisa menguasai dan memahami potensi wisata daerah.  Serta sebagai penjaga wisatawan, menjaga keselamatan mereka, dan menghindarkan wisatawan dari segala keadaan yang mungkin dapat memberi kerugian bagi mereka selama berwisata.

"Tidak hanya itu, fungsi tour guide juga mempunyai pengetahuan yang khusus dan tahu dengan jelas mengenai suatu tempat atau obyek wisata. Ia dapat menerangkan lebih detil kepada wisatawan baik nusantara ataupun mancanegara, " pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Pelatihan Tour Leader di Aceh, Tour Leader merupakan salah satu ujung tombak Pariwisata Indonesia. Dia mengingatkan agar selalu menggunakan global standard, atau standar dunia. “Jika ingin menjadi global player, gunakan global standart,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya memang mendorong untuk mencetak tenaga profesional untuk pengembangan potensi pariwisata di Indonesia. “Representasi Pentahelix (ABGCM), Akademisi, Bisnis, Government, Community, dan Media harus dipakai untuk memajukan pariwisata,” ujar pria asal Banyuwangi ini.

Mantan Dirut Telkom ini juga mengatakan, sejak bertugas  di PT Telkom dia  komitmen membangun investasi SDM. “Sangat penting untuk win the future customers (memuaskan konsumen di masa mendatang). Karena itu Pelatihan Tour Leader seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pelayanan.

Menteri lulusan Surrey University,  Inggris ini berpesan, SDM pariwisata minimal harus menggunakan standar regional seperti yang sudah disepakati, ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau  Kompetensi selevel ASEAN. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!