"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 11 Juni 2017

Tradisi Omed-Omedan Hebohkan Hari Pertama PKB 2017 #PKBomedomedan

 
 
DENPASAR - Gong pesta akbar budaya dan pariwisata Bali, Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 resmi ditabu, 10 Juni 2017. Atraksi pawai budaya itu diawali oleh penancapan Teteken (tongkat) oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo didampingi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. 
Opening PKB 2017 itu seru dan heboh bukan main. Diawali dengan pawai budaya diikuti ribuan orang dengan berbagai kostum yang nge-jreng dan menantang lensa kamera. Pawai budaya itu betul-betul menjadi surganya fotografer. 
Balutan baju adat, warna emas, merah, putih, hitam, hijau muda, ungu, dengan suara gamelan live sambil berjalan, sangat dinamis. Dari Monumen Bajra Sandhi Renon menuju Art Center, ribuan manusia tertib menikmati keceriaan tarian Bali yang khas. 
Di pawai ini, tradisi Omed-Omedan, tradisi warisan leluhur yang biasanya digelar satu hari setelah hari Raya Nyepi berhasil mencuri perhatian ribuan orang pengunjung, baik yang datang dari nusantara maupun luar negeri. 
Koordinator Pawai Pembukaan PKB 2017, Duta Kota Denpasar, Wayan Astawa mengatakan, kota Denpasar sudah mempersiapkan tema dan persembahan seni dan budaya yang menarik untuk disajikan di acara yang dihelat ke-39 kalinya tersebut.
“Pengambilan tema "Omed-Omedan" ini tidak lain merupakan suatu tradisi langka dan satu-satunya di Bali, bahkan di dunia yang berada di Kota Denpasar. Sesuai tema PKB tahun ini yakni "Ulun Danu" (air sumber kehidupan), masing-masing daerah disamping menonjolkan inovasi kreasi, tentunya yang terpenting penampilan tradisi setiap daerah,” ujar Astawa, Sabtu (10/6).
Astawa menjelaskan, menurut sejarahnya acara Omed-Omedan ini diadakan atas perintah raja. Ceritanya dimulai ketika sang raja sakit dan tak ada satu tabib pun yang bisa menyembuhkannya. Kemudian di masa istirahatnya, sang raja mendengar suara gaduh di luar kamarnya. Raja pun begitu marah karena merasa istirahatnya diganggu.
Kemudian dengan terhuyung-huyung, Raja keluar dan melihat apa yang terjadi. Raja pun melihat pemandangan unik di mana para muda-mudi saling tarik menarik dengan seru. Ajaibnya, begitu melihat adegan itu raja tiba-tiba sembuh total. Kemudian saat itu pula raja memerintahkan agar acara tarik-menarik yang kemudian diistilahkan dengan Omed-Omedan itu dilakukan tiap tahunnya.
"Sebelum omed-omedan dimulai, peserta melakukan persembahyangan bersama di pura, dipercikkan air suci, dan memohon keselamatan agar pelaksanaan acara nantinya berjalan dengan baik," ucap Astawa.
Lalu, Astawa melanjutkan, setelah melakukan prosesi tersebut para pemuda-pemudi digiring menuju Omed-Omedan, setelahnya mereka berangkulan lalu disiram dengan air. Tradisi ini menurut dia memang banyak yang disalahartikan sebagai ciuman masal antarmuda-mudi. Tapi kalau dimaknai secara ritual adat ini bermaksud untuk keakraban saja, menjaga kerukunan warga, dan saling kasih sayang.
"Banyak yang bilang ciuman masal, tapi Omed itu artinya tarik. Jadi prosesi tarik-menarik. Sebenarnya dulu itu prosesinya tarik di pinggul. Yang laki-laki memegang pinggul laki laki, yang wanita megang pinggul wanita," ujarnya.
Tak hanya untuk saling merukunan warga, lanjut Astawa, acara ini kerap juga dijadikan ajang mencari jodoh. Terutama mereka yang dipasangkan dalam Omed-Omedan. “Dan ternyata sudah banyak yang menikah gara-gara ikut di acara Omed-Omedan,” pungkasnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut terkesima melihat sesi Omed-Omedan anak-anak muda itu. Inilah local wisdom yang bisa menarik wisman, karena keunikan budayanya. “Salah satu daya tarik Bali adalah budayanya yang masih kuat dipegang teguh oleh masyarakat," kata Menpar Arief Yahya. 
Pria asal Banyuwangi ini mendapat penjelasan lengkap seputar OmedOmedan oleh Kadispar Bali Agung Yuniartha dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang juga asli Bali. Tradisi ini memang unik karena ritual ini satu-satunya di dunia. 
"Anda saja pasti tertarik dan ingin melihat serunya ritual ini kan?” ungkap Arief Yahya sambil mengajak wisatawan untuk terbang ke Bali. Tradisi OmedOmedan itu, konon masih ada di Banjar Sesetan, Kota Denpasar. Sebelum OmedOmedan itu, muda-mudi yang ingin mencari jodoh itu berdoa dulu, karena itu mereka yakini siapa ketemu siapa di OmedOmedan itu adalah jodoh yang dipilih Tuhan. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!