"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 10 Juni 2017

Wisata Heritage dan Techno Park Bakal Isi KEK Singosari

 

MALANG  – Wisata heritage bakal menjadi salah satu konsep wisata terpadu di Singosari yang juga diharapkan bisa melahirkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Malang. Konsep itu dikedapankan selain sejumlah konsep yang saat ini tengah dimatangkan Konsorsium Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pemkab Malang dan PT Intelegensia Graha Tama (IGT) Singhasari Graha Residence. 
David Santoso, CEO IGT, yang juga penggagas wisata terpadu Singosari mengatakan konsep wisata heritage itu merupakan panataan kawasan pariwisata dengan multi kompleks wisata yang nantinya mendukung kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS). ‘’Saya sendiri berpartisipasi karena kebetulan memiliki tanah di kawasan Singosari. Kemudian Pak Bupati dan Pak Gubernur mendukung, lalu dilihat kementerian pariwisata dan ITDC, maka ide itu dijalankan,’’ katanya usai rapat koordinasi persiapan KEK di Singhasari Residence, Kamis malam (8/6).
Hadir dalam rakor, diantaranya Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, Direktur Pengembangan Indonesia Tourism Development Coroporation (ITDC) Edwin Darma Setiawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, dan sejumlah Kepala SKPD terkait. 
Diakui David, untuk mewujudkan sebuah kawasan pariwisata sebagai KEK di Singosari memang tidak mudah. Oleh karena itu harus banyak pihak terlibat didalamnya. Selain itu, wilayah KEK itu nanti harus memiliki sesuatu yang punya nilai lebih dibandingkan dengan kawasan wisata lain. 
Untuk mewujudkan wisata terpadu yang diharapkan bisa menjadi kawasan KEK, David menyiapkan lahan seluas 200 hektar lebih. Berada di wilayah tiga desa, yakni Desa Langlang, Purwoasri dan Klampok.
Selain mengusung konsep wisata heritage, dengan latar belakang kerajaan Singhasari (Singosari), pihaknya juga akan menyiapkan kluster untuk techno Park. Sebuah konsep yang tidak jauh beda dengan silicon valley. Kosep itu mengadopsi dari kawasan techno park yang lokasinya tak jauh dari Dusseldorf, Jerman. ‘’Saat ini kami tengah mempelajarinya. Karena kota itu ada kemiripan dengan Singosari,’’ kata David, yang lulusan ekonomi di Boston College, Amerika.
Nantinya techno park  area akan ada penelitian teknologi dan produk-produk yang dihasilkan. Tak hanya itu, kawasan yang terletak di lereng Gunung Arjuna ini, akan didirikan Hotel bintang 5, rumah sakit dengan spesikasi khusus. 
Untuk rumah sakit ini pihaknya akan bekerja sama dengan salah satu rumah sakit di Korsel. Konsepnya bagaimana orang Indonesia tidak berobat jauh-jauh ke luar negeri. Di Singosari juga bisa. ‘’Nah,  pasiennya menjalani terapi, keluarganya menikmati wisata di kawasan terpadu ini,’’ ujar lelaki yang sejak SMA tinggal di Boston, Amerika ini. 
Sementara itu Direktur Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Edwin Darmasetiawan pada kesempatan yang sama mengatakan, untuk saat ini pihaknya mensupport ide cemerlang kawasan wisata terpadu di Singosari. ‘’Lahannya sudah tersedia. Pemkab Malang juga mendukungnya, karena itu ITDC akan memberikan arahan sepenuhnya,’’ katanya. 
Diakui Edwin,  untuk menjadikan lahan yang tersedia menjadi KEK butuh waktu, dan butuh effort banyak yang terlibat ddalamnya secara maksimal. Namun demikian, bila memang dinilai kawasan yang akan digarap nanti belum layak menjadi KEK, projek wisata terpadu Singosari jalan terus. ‘’Targetnya memang bisa jadi KEK. namun bila tidak, kawasan ini tetap diproyeksikan sebagai wisata terpadu unggulan yang menopang kawasan TN BTS,’’ jelasnya. 
Indonesia Tourism Development Corporation, atau ITDC, adalah sebuah perusahaan plat merah (BUMN)  yang dikenal untuk mengembangkan dan mengoperasikan Kompleks Pariwisata Nusa Dua. ITDC di bawah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), didirikan pada tahun 1973.
Secara terpisah Sekretaris Dewan Nasional (DN) KEK Enoh Suharto Pranoto menegaskan bahwa pihaknya saat ini baru tahapan memberikan masukan kepada pihak pihak yang terlibat dalam pembangunan kawasan pariwisata terpadu di Singosari. ‘’Kami baru memberikan pemahaman apa dan bagaimana sebuah wilayah itu bisa menjadi kawasan ekonomi khusus,’’ katanya. 
Bila Singosari ingin menjadi kawasan eknomi khusus pariwisata, maka harus ada sesuatu yang menonjol dan tidak ada di kawasan wisata lainnya. ‘’Kalau sama dengan daerah lainnya, ya itu ndak mungkin. Karena itu harus ada ide orisinal apa yang menarik. Nah, wisata heritage itu menarik. Tapi bagaimana mengemasnya. Jangan sampai konsep ini tidak ada bedanya dengan touring wisata seperti daerah lainnya,’’ jelasnya. 
Sementara itu Budi Santoso, anggota tim pelaksana lapangan Dewan Nasional KEK lebih jauh menjelaskan, bahwa bila sebuah daerah positif bisa menjadi KEK, maka Dewan Nasional KEK akan memberikan rekomendasi kepada kementerian terkait. Setelah itu diajukan ke presiden. Sesuai rekomendasi DN KEK, maka dibuatlah keputusan presiden KEK untuk wilayah tersebut. 
Sedangkan terkait dengan usulan KEK Singhasari (Singosari), pihaknya menaruh perhatian positif. Karena ketersediaan lahan sudah ada, Pemda Jatim dan Pemkab Malang mendukung sepenuhnya. Kemudian ada dukungan juga dari ITDC yang memang sudah berpengalaman dengan pariwisata. ‘’Maka DN KEK sekarang tinggal menunggu saja. Apa konsep luar biasa yang ditawarkan untuk menjadi KEK Singosari,’’ tegasnya. 
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku gembira, makin banyak Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) di tanah air. Itu akan mempercepat Indonesia sebagai destinasi kelas dunia, dengan dukungan amenitas bintang lima. "Pengembangan destinasi itu selalu terkait dengan 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas," kata Arief Yahya. 
KEK itu akan bergerak di Amenitas dan bisa juga beririsan dengan atraksi baru di destinasi baru. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!