"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 12 Juni 2017

Yuk, ke Solo! Ada Batik Carnival 14-15 Juli 2017

 

SOLO - Setelah sukses dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia karena eksistensinya, Kota Solo, Jawa Tengah kembali menggelar festival tahunan Solo Batik Carnival (SBC). Even ini siap menyapa 14-15 Juli 2017. Tema yang diusung, “Astamurti Kawijayan”.
Bila sedang ada di Solo 14-15 Juli 2017, silakan arahkan pandangan ke Stadion Sriwedari dan Benteng Vastenburg. Karena rute yang diambil pada saat karnaval batik adalah Stadion Sriwedari menuju Benteng Vastenburg Kota Solo. 
”Solo Batik Carnival 2017 merupakan event tahunan. Kali ini digelar untuk mengangkat citra batik dan Solo sebagai kota batik dunia. Ini konsisten dilakukan untuk menjaga wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara menikmati batik di kota kami, silakan datang dan saksikan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Surakarta, Eny Tyasni Suzana, Minggu (11/6).
Lebih lanjut Eny mengatakan, SBC yang sudah ke-10 diselenggarakan ini rencananya menampilkan parade yang berbeda dengan tahun sebelumnya.  ”Sepanjang jalan akan disterilkan. Jalan tersebut akan disulap menjadi sebuah runway catwalk, bagi para model yang memperagakan busana hasil desain dan kreasi mereka. Saat melakukan parade, para model juga akan diiringi oleh musik-musik khas Jawa. Kombinasi Pesona Indonesia yang kami miliki,” terangnya. 
Eny menjelaskan, sejak penyelenggaraannya di tahun 2008, Solo Batik Carnival sukses menyita jutaan perhatian penonton setiap tahunnya. Nah, untuk tahun ini, SBC sudah membuka pendaftaran sejak Februari bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi memeriahkan SBC X, termasuk bagi mereka yang berdomisili di luar Kota Solo. 
Juru Bicara Yayasan SBC Ira Oktarini mengatakan, penyelenggaraan Solo Batik Carnival X akan berbeda dengan SBC IX. Pada SBC kali ini akan menampilkan sesuatu yang baru dan unik. Kostum peserta bakal menggambarkan satu adegan dalam wayang. “Peserta bisa memilih adegan mana yang akan diperlihatkan dalam kostum mereka. Misal lakonnya  ‘Anoman Obong’, kostumnya akan ada unsur Anoman dan api-api,” paparnya.
SBC dipastikan akan menarik perhatian pengunjung dengan koreografi dan kostum-kostumnya karena peserta yang tampil akan mengikuti workshop terlebih dahulu untuk mematangkan materi pembuatan kostum, make up dan koreografi.
“Karnaval tahun ini, bakal diikuti sekitar 200 penampil. Itu belum termasuk performer dari daerah lain. Yang menarik, satu dasarwarsa Solo Batik Carnival bakalan berkolaborasi bareng Jember Fashion Carnival dan Caruban Carnival dari Cirebon. Event yang diadakan 15 Juli mendatang ini juga disemarakkan oleh musisi Peni Candra Rini,” katanya. 
Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Solo Batik Carnival 2017 ini pas dipopulerkan sebagai atraksi man made di Kota Solo. Tetapi mand made yang berbasis pada culture, karena Solo adalah Kota Batik. Industri batik sudah hidup sejak zaman kolonial Belanda dengan Kampung Batiknya. 
"Jadi Solo Batik Carnival itu punya tiga hal strategis. Pertama, memperkenalkan destinasi wisata di Solo Raya dengan atraksi fashion yang semakin mendunia. Kedua, menghidupkan  industri batik, industri kreatif, perputaran ekonomi yang juga sudah mendunia. Ketiga, mempromosikan Solo sebagai salah satu gateway menuju destinasi prioritas Joglosemar dengan ikon Borobudur," jelas Arief Yahya. 
Arief Yahya terus melakukan roadshow ke berbagai airlines agar terbang direct flight ke Kota Solo. Terakhir yang berminat untuk menambah international access adalah Thai Lion, yang akan terbang dari Don Moeang Bangkok ke Adi Sumarmo Surakarta. "Saya juga sudah meminta dibantu Menteri Pariwisata Thailand Kobkarn Wattanavrangkul untuk juga memperoleh slots time di Bangkok, dan beliau setuju," jelas Arief Yahya. 
Menpar Arief juga menjelaskan, hampir semua carnaval di Indoneia itu punya karakter dan bisa dipromosikan mendunia. Jember Fashion Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, Malang Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, Semarang Night Carnaval, semuanya sukses menyedot banyak pengunjung. Dari tahun ke tahun juga menunjukkan grafik pertumbuhan yang signifikan. 
"Solo relatif sudah siap dengan 3A-nya, Atraksi, Akses, Amenitas. Sehingga siap dipromosikan melalui semua platform," ungkap pria asal Banyuwangi ini.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!