"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 10 Juli 2017

#JFC2017 Bakal Jadikan Jember sebagai Kota Karnaval



JEMBER – Tepat sebulan lagi, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 akan berlangsung. Even karnaval yang memasuki tahun ke-16 ini bakal dilaksanakan 9-13 Agustus 2017. Dengan tema Victory dan subtema unity in diversity.

Pada perhelatan kali ini, bakal ada kabar menggembirakan dari Kemenpar. Yakni, penetapan Kota Jember sebagai Kota Karnaval. Tentu saja, penetapan itu berdasarkan track record kota Jember yang memiliki warga yang mampu mewujudkan JFC. Meski JFC bukan produk Pemda Jember, melainkan produk warganya, namun penetapan itu menjadi momentum baru bagi kota yang juga dijuluki sebagai kota suwar-suwir ini. 

‘’Tentang penetapan itu memang kami sudah mendengarnya, namun baru akan diresmikan pada saat pelaksanaan JFC bulan Agustus nanti,’’ kata Wakil Presiden JFC, Suyanto. 

Menurut Suyanto,  penetapan itu tentu saja bakal menaikkan nilai bagi manajemen JFC dan keberadaan Kota Jember. Penetapan itu makin menguatkan JFC yang merupakan produk lokal, namun mampu merambah ke kancah internasional selama bertahun-tahun. 

Suyanto juga berharap, pengukuhan itu makin membawa JFC dikelola secara lebih professional lagi, tidak serta merta pendanaan murni yang berasal dari yayasan JFC, namun juga bisa menggandeng sponsor yang punya kepedulian sama dengan Yayasan JFC. 

‘’Selama ini kan dana untuk JFC murni dari Yayasan. Tentu saja yang namanya yayasan kan harus mencari donatur yang tidak mengikat. Namun, ke depannya kami berfikir untuk menggandeng secara resmi pihak sponsor,’’ ujarnya. 

Selama ini JFC merupakan lembaga nirlaba yang beranggotakan mereka yang perduli pada event JFC. Namun para pendiri Yayasan JFC yang dimotori Dynand Fariz, mulai berpikir ke depannya akan memasukkan sponsor dan pengelolaannya dilakukan secara professional yang melibatkan lembaga audit. 

‘’Kami memang perlu spornsor, agar bisa mengembangkan lagi JFC seperti fashion carnival di luar negeri. Misalnya Pasadena. Pelaksanaannya tentunya juga akan melibatkan lebih banyak stake holder,’’ kata Suyanto menambahkan. 

Bahkan untuk pengembangan JFC itu, pada even yang memasuki tahun ke-16 nanti sudah ada warna baru. Diantaranya memasukkan unsur marchingband. Meski pada JFC sebelumnya juga sudah ada marching band. Masuknya Marching band itu baru tahapan pengenalan. Kedepannya, lanjut Suyanto, peserta untuk marching band bakal diperbanyak. ‘’Ini tentunya butuh awak tim yang solid, agar JFC tetap bisa tampil lebih baik,’’ ujarnya. 

Suyanto juga berharap, penetapan Jember sebagai kota karnaval nanti juga mampu membawa industri pariwisata Kota Jember maju beberapa langkah ke depan. ‘’Saya berharap MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), bersamaan dengan JFC. Meski sekarang setiap even JFC ada meeting dan pameran, namun belum sepenuhnya MICE,’’ kata Suyanto. 

Untuk saat ini JFC sudah membawa Kota Jember sabagai kota Karnaval. Ke depannya, pihaknya berharap Pemda Jember bisa mengembangkan industri wisata lainnya dengan terpadu. ‘’Banyak destinasi wisata di Jember ini bisa dipadukan dengan pelaksanaan JFC. Tentunya ini butuh pelaku wisata lainnya, dan peran pemda sangat penting dalam hal ini,’’ pungkasnya.

Sementara itu Budi Setiawan, event director Jember Fashion Carnaval, pentapan Jember sebagai kota Karnaval memang layak didapat, setelah beragam prestasi yang diraih JFC pada ajang kontes internasional. 

Tercatat berbagai even internasional berhasil diraih JFC. Seperti Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang; Best National Costume Miss Supranational 2014 di Warsawa, Polandia; Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, USA; Best National Costume Miss Supranational 2015 di Warsawa, Polandia; Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas Amerika Serikat; serta Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia. 

Jelang perhelatan JFC 16 pada 9-13 Agustus mendatang, berbagai persiapan sudah dilakukan oleh para talent dan panitia. Iwan mengungkapkan, sejak rekrutmen Februari lalu, sesi kelas dan latihan telah berjalan hingga saat ini. “Bahkan saat puasa lalu tetap ada kelas dan latihan,” katanya. 

Hingga saat ini hampir seribu lebih peserta telah terdaftar dan menampilkan rancangan kostum mereka dalam presentasi sesi pertama, pertengahan Mei lalu. Rencananya presentasi sesi kedua akan digelar pada pertengahan Juli, dan grand jury pada akhir Juli mendatang. 

Pada lima hari perhelatan event nanti ada lima kategori yaitu kids carnival, artwear yang dipadukan dengan family carnival, World Artchipelago Carnival Indonesia (WACI), dan grand carnival. 

Tahun ini JFC akan mempersembahkan tema utama yaitu Victory dengan subtema unity in diversity. Dalam tema ini, seluruh peserta akan menampilkan unsur-unsur yang menjadi lambang kemenangan Indonesia di ajang kompetisi dunia melalui karya kostum yang meraih predikat best costume. “Dengan tema-tema kostum tersebut, kreativitas anak Jember akan ditampilkan pada dunia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Menoar Arief Yahya sudah mengumumkan bahwa Jember Fashion Carnaval 2017 ini akan dijadikan momentum untuk mengangkat pariwisata kota. "Jember bakal dijadikan Kota Karnaval, tempat pionir karnaval yang mendunia dan menjadi inspirator karnaval besar di kota lain di tanah air," jelas Menteri Arief Yahya. 

Dengan reputasi internasional yang sudah mereka sandang JFC 2017 ini sejatinya sudah menjadi produk yang kuat dan mendunia. Konsisten selama 16 tahun non stop. Seperti halnya Belitung terangkat oleh novel dan film Laskar Pelangi, Jember menginternasional berkat carnaval. "Cultural value nya carnaval Jember ini luar biasa besar!" kata Arief Yahya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!