"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 02 Juli 2017

Kembangkan Wisata Pesisir Barat Lampung, Bandara M Taufik Kiemas Diperpanjang. #KonektivitasUdara




 

JAKARTA – Pariwisata terus menjadi leading sector yang menentukan arah pengembangan sebuah kawasan. Potensi yang bisa mengangkat daerah menjadi destinasi kelas dunia, hampir pasti didrive untuk maju dan menjadi daerah pariwisata. 

"Kami berharap, Bupati, Walikota dan Gubernur yang memimpin daerah itu juga concern di sektor pariwisata. CEO commitment atau keseriusan pimpinan daerah itu 50% menentukan kesuksesan!" kata Arief Yahya Menteri Pariwisata RI. 

Itu pula yang menjadi PR pengembangan pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Kementerian Perhubungan sudah merancang perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Muhammad Taufik Kiemas dari semula 1.100 m menjadi 1.400 pada tahun 2017 dan tahun 2018, akan diperpanjang menjadi 1.600 m. 

Pembukaan akses itu, menurut Menpar Arief Yahya akan membuka peluang memajukan industri pariwisata di sana. "Karena pengembangan destinasi itu rumusnya 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. Kalau atraksi sudah punya alam dan budaya yang bagus, lalu aksesnya dibuka dengan airport itu, maka industri akan dengan sendirinya berkembang melalui amenitas," jelas Arief Yahya. 

Amenitas yang dimaksud adalah, hotel, resort, convention center, restoran, cafe, dan lainnya. "Swasta diharapkan bisa bermain di sektor amenitas ini," jelas Arief Yahya. 
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesisir Barat, Lampung bersama dengan Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemi Francis pada Minggu (2/7).
 
“Ini untuk mendukung pariwisata Indonesia. Di sini terdapat potensi turis yang luar biasa karena mempunyai tempat surfing terbaik kedua di dunia setelah Hawai dan apabila jadi destinasi turis mancanegara, daerahnya akan semakin berkembang dan ekspor ikan juga akan meningkat,” jelas Menhub.
 
Lebih lanjut Menhub mengatakan, apabila landasan pacunya sudah diperpanjang, potensi pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat dapat berkembang dengan maksimum.
Saat ini, Menhub menambahkan, memang tidak ada penerbangan karena panjang landasan pacunya hanya 1.100 m. apabila panjang landasan pacunya cukup, Menhub menjelaskan, maskapai akan datang dan turis pun akan datang. Namun, yang harus ditingkatkan menurut Menhub selain infrastrukturnya, masyarakat sekitar juga harus sadar wisata dan meningkatkan keramahtamahannya kepada wisatawan.


Sejak tahun 2014 sampai dengan Desember 2016, bandara tersebut melayani penerbangan perintis dengan rute Bengkulu-Krui-Tanjung Karang dan Palembang-Krui-Tanjungkarang oleh maskapai Susi Air. Namun, penerbangan perintis tersebut tidak dapat berkembang, sehingga penerbangan perintis tersebut berhenti beroperasi. Menhub menjelaskan tugas Kementerian Perhubungan adalah menciptakan konektivitas di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.
 
“Oleh karena itu, kabupaten ini harus dilayani oleh pesawat agar tidak menjadi daerah yang tertinggal dan itu tugas kami untuk menciptakan konektivitas di daerah-daerah tersebut,” tegas Menhub. Bandara Muhammad Taufik Kiemas asalnya bernama Bandara Pekon Seray dan saat ini diubah menjadi Bandara Muhammad Taufik Kiemas berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KP 811 Tahun 2016. Saat ini Bandara Muhammad Taufik Kiemas mempunyai panjang landasan pacu 1.100 m dan lebar 23 m dan pada tahun anggaran 2016, Pemerintah Daerah telah membebaskan lahan seluas 2,8 Ha untuk dukungan perpanjangan landasan pacu tersebut.
 
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menyambut gembira perubahan pada bandara tersebut. Karena daerah tersebut juga merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk pariwisata Indonesia. Kata Esthy, Kabupaten Pesisir Barat berjarak 250 km dari Bandar Lampung. Bila ditempuh melalui transportasi darat, lama perjalanan mencapai 6 jam sedangkan bila melalui transportasi udara dapat ditempuh dengan 30 menit penerbangan.
 
”Krui sebagai ibukota Kabupaten Pesisir Barat telah dikenal mancanegara sebagai tempat berselancar dengan ombak terbaik kedua di dunia setelah Hawai. Saat ini kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 150.000 orang per tahunnya. Terdapat beberapa area berselancar di Krui yang tersebar di Pantai Tanjung Setia, Mandiri, Labuhan Jukung, dan Pugung Penengahan,”ujar Esthy. 
 
Bahkan, beberapa waktu lalu, Pesisir Barat di Provinsi Lampung menggelar kejuaraan Surfing International Krui Pro 2017 yang  dihelat pada 15-20 April di Pantai Tanjung Setia. Kejuaraan ini merupakan hasil kerjasama antara Kabupaten Pesisir Barat dengan organisasi selancar tingkat dunia seperti the World Surf League (WSL), Asian Surfing Championship (ASC) dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Krui Pro 2017 mengikutsertakan kategori WSL QS 1000 baik untuk pria maupun wanita.
Pantai Tanjung Setia merupakan pantai di jalur arus besar Samudera Hindia sehingga menjadikannya memiliki ombak relatif konstan. Menjadi salah satu pantai yang masih jarang dikunjungi wisatawan membuat pantai ini disebut mutiara tersembunyi, terlebih akses ke lokasinya yang terpencil.
Akan tetapi, ombak Pantai Tanjung Setia begitu sempurna karena ketinggiannya mencapai 7 meter. Ombak yang ada tidak hanya tinggi tetapi juga memiliki panjang mencapai 200 meter. Oleh karenanya, pantai ini menjadi tujuan selancar dari berbagai penjuru dunia. Bahkan, ombaknya dianggap sangat eksotis dan salah satu terbaik di dunia hasil survey peselancar dunia. Ombak yang tinggi di pantai ini biasanya berlangsung bulan April hingga Agustus.
Tempat Berselancar di Pantai Tanjung Setia di antaranya adalah: pertama, Ujung Bocor biasa disebut Karang Nimbor yang mempunyai kesamaan dengan Uluwatu di Bali. Di sini Anda tidak hanya bisa menikmati ombak yang tinggi tetapi juga menikmati panjangnya ombak yang mencapai 200 Meter. Kedua, Way Jambu merupakan tempat favorit selancar yang ingin menikmati dasyatnya ombak Tanjung Setia. Peselancar biasa menyebutnya Pipeline atau Setan Sejati bagi Nelayan Lokal. Ketiga, Jimmymerupakan satu gelombang indah yang ada di Pantai Tanjung Setia. Berselancar disini sangat menyenangkan sekaligus menikmati suasana pantai yang ramah dengan hamparan pasir putih.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Lampung dipilih menjadi lokasi kejuaraan karena sudah dikenal oleh peselancar dari Australia.“Terlebih, team ASC sudah melakukan survei ke lokasi dan mengklaim bahwa Kabupaten Pesisir Barat, khususnya Pantai Tanjung Setia dan Pantai Mandiri sangat cocok dijadikan lokasi kejuaraan selancar level internasional, termasuk ASIAN Games ke-18 tahun 2018 nanti, terima kasih Menhub untuk perpanjangan bandara ini,” kata Menpar Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!