"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 31 Juli 2017

Makin Asyik, Ada Transportasi Gratis Menuju Destinasi Wisata di Banyuwangi




BANYUWANGI - Satu lagi inovasi baru yang digagas Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.  Kali ini, orang nomor satu di Bumi Blambangan itu meluncurkan angkutan gratis untuk wisatawan ke sejumlah obyek wisata di daerah di ujung timur Pulau Jawa. Sebuah terobosan yang mengagetkan semua insan pariwisata di tanah air. 

Iniovasi itu diperkenalkan dalam soft launching layanan jasa transportasi, Sabtu (29/7). Bahkan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita ikut hadir di acara soft launching tadi. 

"Ini masih soft launching. Kami trial and error dulu, terus kami sempurnakan sebelum diluncurkan resmi nantinya oleh Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya dan Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi," kata Azwar Anas di Terminal Brawijaya, Banyuwangi, Sabtu (29/7).

Anas beralasan, transportasi gratis ini di create untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelancong yang liburan ke Banyuwangi. Juga sebagai upaya promosi mendongkrak pariwisata daerah. 

"Jika wisatawan puas di Banyuwangi, secara otomatis mereka akan bercerita kepada kawan-kawannya, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Dalam ilmu pemasaran, promosi dari mulut ke mulut ini paling efektif. Kalau konteks sekarang dari gadget ke gadget. Inilah media promosi yang paling efektif. Maka inilah yang sedang kami kerjakan, bagaimana wisatawan terlayani dengan baik," jelas Anas.

Tidak hanya menggratiskan transportasi, Anas juga memberikan layanan pada para wisatawan berupa kemudahan mengakses fasilitas melalui pendaftaran online. Di laman situsnya, wisatawan akan mendapatkan informasi tentang wisata yang ditawarkan. "Wisatawan tinggal memilih destinasi wisata tujuan, tanggal dan waktu keberangkatan, serta sisa kuota kendaraan yang masih tersedia," ujar Anas. 

Anas juga menyiapkan Tourist Information Center (TIC) portabel di Terminal Brawijaya, yang menjadi titik keberangkatan. Sehingga, sebelum berwisata, wisatawan bisa mendapat informasi detil sebelum keliling liburan.

Saat ini, yang tersedia baru tiga armada, yaitu dua unit mini bus masing-masing berkapasitas 21 orang dan satu unit station wagon berkapasitas 10 orang. Minibus yang berkapasitas 21 orang akan beroperasi setiap Sabtu dan Minggu, melayani jurusan Pulau Merah, Bangsring Underwater, dan city tour keliling perkotaan. Sedangkan wagon 10 orang melayani rute Kawah Ijen. 

Untuk mendapatkan fasilitas ini, wisatawan harus mendaftar online dan mengisi data diri secara lengkap. Pengisian nomor HP dan alamat email harus valid. Karena, setelah pendaftaran, mereka mendapat email verifikasi. 

Apa yang dilakukan Bupati Anas ini sejalan dengan pola pikir yang digaungkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sejak beberapa waktu lalu, Menpar Arief Yahya tengah aktif mempopulerkan tagline More for Less, You Get More, You Pay Less! "Semakin gratis, semakin untung!" kata Menpar Arief Yahya. 

Tidak banyak orang tahu model promosi seperti ini. Google sudah membuktikannya. Bisnis utama Google adalah searching engine, mesin pencari. Tetapi di bisnis yg utama itu, dia malah menggratiskan kepada miliaran penggunanya setiap hari untuk searching apa saja. 

Lalu darimana dia mendapatkan revenue? "Mereka memperoleh dari data costumers, yang membuat mereka bisa meng-create iklan dengan valuasi yang besar. Karena dia punya data kebiasaan customers yang sangat detail, yang dibutuhkan oleh instansi manapun juga," kata Arief Yahya. 

“Itulah yg sering saya sebut dengan isyilah More Digital More Personal, More Digital More Global, More Digital More Professional! Kini, butir-butir tagline tersebut diimplementasikan dengan mengoptimalkan akses menuju destinasi wisata di Banyuwangi. Ini juga yang dinamak cross selling, dapatnya dari sisi yang lain, yang tidak dipikirkan orang lain," ungkap Arief Yahya. 

"Ini teori yang sudah saya tulis di buku Paradox Marketing. Kita akan ciptakan More for Less," kata Menpar Arief Yahya. Ketika harga didiskon habis, bahkan digratiskan, justru Anda mendapatkan hasil yang jauh lebih besar. "Kita ciptakan harga yang membuat orang tidak bisa menolak untuk membelinya," katanya. 

“Ini juga yang bisa membuat tourism menjadi bergairah, termasuk di akomodasi. Caranya, kumpulkan excess capacity, lalu paket dibuat murah! Misalnya kamar hotel yang tidak laku, saat sepi pengunjung, low seasons, antara  Senin sampai Kamis tiap pekan ketika tidak ada event," katanya.

Tiket transportasi juga bisa dijual lebih murah di hari-hari sepi penumpang, atraksi seperti restoran, cafe, spa, souvenir shop, dan lainnya juga dibuat program diskon. Semua kapasitas kosong yang sedang low seasons itu dikumpulkan, lalu dibuat paket murah ke destinasi wisata.

“Buat harga semurah-murahnya, buat terjangkau agar affordable. Lalu buat promosi yang sangat menarik," lanjut Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!