"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 02 Juli 2017

Menteri Pariwisata Akan Luncurkan Tour de Flores 2017 di Gedung Sapta Pesona pada 5 Juli 2017




JAKARTA - Even Sport Tourism berskala internasional Tour de Flores (TdF) 2017 akan di-launching Menteri Pariwisata Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata, Jakarta, Rabu 5 Juli 2017 jam 10.00-12.00 WIB. Kejuaraan balap sepeda ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akan digelar 14-20 Juli mendatang. 

"Launching ini sebagai bukti bahwa TdF 2017 siap digelar, sudah ada 20 tim Pebalap yang akan ikut serta. Dengan satu tim terdiri dari delapan pebalap, maka saat ini sudah ada 150 pebalap yang akan ikut serta," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu, Jumat (30/6).

Dalam acara Launching nanti, Marius akan memaparkan berbagai persiapan tekhnis lomba, seperti jadwal kedatangan peserta dan juga jumlah etape yang akan dilalui para pebalap TdF 2017 ini. Maius menjelaskan, para peserta akan mulai berdatangan di Pulau Flores pada 12 Juli untuk melakukan persiapan balapan sepeda yang etape pertamanya dimulai dari Larantuka ibu kota Kabupaten Flores Timur.

Tour de Flores tahun ini akan dilangsungkan dalam enam  etape. Total jarak yang ditempuh berubah, tahun lalu jarak yang ditempuh sepanjang 661,5 kilometer, untuk gelaran tahun ini ditambah menjadi menjadi 808 km. Penambahan jarak tersebut berada pada jalur Aigela dan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Borong di Kabupaten Manggarai Timur, dan Ruteng di Kabupaten Manggarai.

"Di beberapa rute ada perubahan jalur. Semula kan jalurnya hanya lurus, tapi sekarang memutar, khususnya di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, dan Manggarai," ujarnya.

Marius menambahkan, pada 15 Juli para peserta sudah tiba di Maumere ibu kota Kabupaten Sikka, 16 Juli tiba di Ende, 17 Juli di Mbay, 18 Juli Borong, 19 Juli di Ruteng, hingga finis 20 Juli di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Selain peserta dan jumlah etape, juga akan dipaparkan tentang persiapan infrastruktur jalan yang juga menjadi fokus perhatian dari Pemerintah Daerah NTT. Pihak Kementerian PUPR, kata Marius, telah melakukan  perbaikan dan peningkatan kualitas jalan dari Larantuka-Labuan Bajo yang memakan biaya sekitar Rp30-Rp40 miliar setiap kabupaten. Dan Juga perbaikan jalan Larantuka-Labuan Bajo, termasuk perbaikan jalan rusak dari Aigela-Kota Mbay sekitar 30-an kilometer.

Rencana Launching TdF 2017 sebagai tanda kesiapan pelaksanaan even ini disambut gembira Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti. "Di Sektor Pariwisata, NTT memang bertekad menjadi provinsi pariwisata sesuai dengan mottonya yakni; New Tourism Territory (NTT).  

Sport tourism sangat efektif sebagai sarana untuk mempromosikan daerah tujuan wisata agar lebih dikenal ke mancanegara. Banyak event  sport tourism  internasional seperti Olimpiade, World Cup, maupun MotoGP diperebutkan banyak negara karena memberikan nilai tambah ekonomi maupun publikasi." kata Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri. 

Esthy menambahkan, Indonesia memiliki sejumlah event sport tourism  internasional antara lain Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Bintan Triatlon, serta Jakarta Marathon yang kesemuanya meningkatkan kunjungan wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri mengamini pernyataan salah satu Deputinya itu. NTT mempunyai potensi besar di sektor pariwisata karena memiliki daya tarik budaya dan alam berkelas dunia antara lain Danau Kalimutu dan Komodo di Pulau Komodo. Event TdF sangat efektif untuk mempromosikan Labuhan Bajo sebagai satu di antara 10 destinasi wisata prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah.

“TdF 2017 merupakan kegiatan promosi dengan pendekatan BAS (Branding/PR-ing, Advertising, dan Selling) khususnya branding  dalam Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Jumlah kunjungan wisatawan ke NTT selama 2016 mencapai 882.395 orang dengan rincian 769.962 wisatawan nusantara, dan 112.433 adalah wisatawan manca negara (wisman). Jumlah tersebut naik 20 persen dari tahun sebelumnya. Dan tahun ini, target kunjungan wisman ke NTT diproyeksi meningkat 30%, atau sejumlah 1.147.000 wisatawan

Pemerintah NTT berniat mengadakan aneka kegiatan berskala nasional dan internasional di berbagai pulau. Sejumlah agenda seni budaya akan digelar seperti festival tenun ikat dan parade 1001 kuda Sandelwood di Pulau Sumba dan berharap juga panen kedatangan wisman akan terjadi pada penyelenggaraan acara Tour de Flores serta Tour de Timor. Selain itu, wisman juga ditargetkan datang dari festival layang-layang internasional di Labuan Bajo.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!