"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 01 Juli 2017

Pentingnya Kehadiran Obama di Kongres Diaspora Indonesia ke-4 bagi Pariwisata. #SugengRawuhObama




JAKARTA - Usai menikmati liburan di Bali dan Yogyakarta, Mantan Presiden As ke-44 Barack Obama dijadwalkan akan memberikan pidato pada Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Kasablanka Hall, Jakarta, pada 1-4 Juli 2017. Dalam konvensi ini, juga ada sekitar 40 pembicara lain yang terdiri dari berbagai latar belakang seperti pengusaha, rohaniwan, politisi, hingga artis asal Indonesia yang berkarir di internasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai, kehadiran Obama dan Diaspora Indonesia ini sangat penting dalam pengembangan Pariwisata Indonesia. Dirinya mengapresiasi aktivitas reuni yang digelar Diaspora Indonesia dengan mengundang orang ke tanah air itu termasuk Meeting Incentives Conference Exhibition (MICE) yang masuk dalam portofolio bisnis pariwisata, yang hitungannya sekitar 5 persen. 

"Makin banyak aktivitas MICE, makin bagus bagi industri pariwisata. Apalagi dengan menghadirkan Obama yang betul-betul menjadi endorser Pariwisata Indonesia saat ini. Terima kasih untuk Diaspora Indonesia," kata Menpar Arief Yahya.

Diaspora Indonesia sendiri adalah orang berpaspor Indonesia yang bekerja atau belajar di luar negeri, orang berdarah Indonesia yang telah menjadi warga negara lain, orang yang memiliki keturunan Indonesia dari salah satu orang tuanya (blasteran), serta orang asing yang pernah tinggal dan jatuh cinta dengan Indonesia dan tetap menjaga hubungan baik dengan KBRI di negara asalnya. 

"Jumlah yang terdata saja sekitar 7 juta orang, bisa lebih banyak lagi. Ini peluang besar bagi Pariwisata Indonesia, bila setiap diaspora Indonesia menceritakan tentang keindahan alam dan keunikan budaya Nusantara di tempat tinggal mereka, Diaspora Indonesia bisa sebagai duta pariwisata Indonesia di luar negeri," kata Menpar Arief Yahya. 

Diaspora Indonesia saat ini telah memiliki perwakilan di 65 kota di berbagai negara, yang termasuk 10 besar di dunia dengan 6-8 juta yang berstatus WNI dan sekitar 10-15 juta orang keturunan Indonesia di berbagai belahan dunia. Dari jutaan diaspora tersebut, dua juta orang yang merupakan TKI  dan sisanya merupakan profesional, seniman, dan pelajar/mahasiswa.

Untuk pelaksanaan Kongres Diaspora Indonesia ke-4 kali ini mengusung tema Bersinergi Bangun Neger. "Ini merupakan Kongres diaspora terbesar sejak pertama kali diadakan di Los Angeles pada 2012 ini akan menghadirkan tokoh-tokoh diaspora yang ikonik sekaligus menjadi festival of ideas yang dinamis dan menarik untuk diikuti sepanjang hari," ujar Ketua Board of Trustees Indonesian Diaspora Network Global (IDNG) Dino Patti Djalal. 

Kongres akan dibuka dengan Konvensi Diaspora Indonesia pada 1 Juli, yang terdiri dari 12 sesi berbeda untuk membahas berbagai isu dan topik antara lain "Kontribusi Diaspora bagi Pembangunan Indonesia", "Inovasi Keren Diaspora Indonesia", serta "Belajar, Bekerja, dan Bersaing di Luar Negeri". 

Beberapa panelis terkemuka akan tampil sebagai pembicara, diantaranya Harry Chou, Presiden American Business Council, Fitty Manan, CEO Formcase Group, Kartini Sarsilaningsih, Ketua Koperasi Warga Indonesia Qatar, Steven Marcelinno, Direktur Eksekutif Asosiasi Profesional Muda Indonesia di London dan Ira Darmayanti, Inisiator Indonesia-ACCSC Amerika Serikat.

Juga 40 pembicara lain yang terdiri dari berbagai latar belakang seperti pengusaha, rohaniwan, politisi, hingga artis internasional seperti Co-Founder Marvell Technology Group Sehat Sutardja, Direktur Dialog Antaragama Vatikan Romo Markus Solo Kewuta SVD, imam Muslim moderat di AS Shamsi Ali, aktris Hollywood Tania Gunadi, dan penyanyi pop Anggun C Sasmi merupakan beberapa diaspora inspiratif yang akan ikut berbagi pengalaman dan gagasan dalam konvensi tersebut.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 6.000 orang terdaftar untuk mengikuti acara ini, dimana 427 di antaranya merupakan diaspora Indonesia dari 133 kota di 52 negara. Diaspora Indonesia juga akan berkunjung ke sejumlah tempat seperti kampung binaan sekolah Master di Depok, proyek MRT Jakarta, beberapa sentra UKM berkualitas ekspor, serta pemberian beasiswa kepada siswa Indonesia oleh Indonesian Diaspora Foundation.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!