"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Jumat, 14 Juli 2017

Rendang, Soto Betawi dan Gado-Gado Siap Goda Selera Orang London




LONDON – Kementerian Pariwisata membawa diplomasi kuliner untuk menggoda pasar wisman Inggris. Ada Soto Betawi, rendang, dan gado-gado, yang bakal ditampilkan di Indonesian Weekend di London, 22-23 Juli 2017. Diplomasi ini, akan dikawal langsung mantan juri Master Chef Indonesia, Degan Septoadji.

“Kita goda pasar wisman di London, Inggris, dengan kuliner Indonesia yang enak,” kata Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya, Kamis (13/7).

Jurus ini dinilai sangat pas dikeluarkan di Negeri Ratu Elizabeth lantaran penduduk Inggris sangat suka mengeksplor kuliner. Ditambah lagi, Indonesia dikenal dengan makanan khasnya yang enak-enak. Terutama rendang, yang oleh CNN Travel dinobatkan sebagai World’s 50 Best Foods dan dilaunching sejak 21 Juli 2011 itu.

Rendang tercatat nomor 11 dari 50 masakan paling heboh di dunia. “Kalau soal kuliner, Indonesia harus diakui salah satu jagoannya. Rendang sudah membuktikan itu. Ditambah Soto Betawai dan Gao-Gado, saya rasa ini cukup kuat memberi kesan kuliner enak di Indonesia,” papar wanita berkerudung itu.

Jurus ini dikeluarkan lantaran Indonesia ingin mempertahankan Inggris sebagai negara pengirim wisatawan terbanyak ke Indonesia untuk wilayah Eropa. Tahun ini ditargetkan kunjungan wisawatan dari Inggris mencapai 380 ribu orang. Apalagi, lokasinya sangat strategis. Spotnya persisnya di belakang ikon London yaitu The Tower Bridge.

“Selain demo memasak oleh Chef Degan Septoadji, ada juga pertunjukan dan pameran gasing oleh ’’maestro’’ gasing Endi Aras. Kemudian juga ada tim pencak silat serta mural. Jadi sangat komplit,” ucapnya.

Karakter wisatawan asal Inggris dinilai sangat khas. Maklum, di masa lalu, ada kedekatan emosional dengan Indonesia. Meskipun hanya sekitar lima tahun, Indonesia adalah negara jajahan Inggris. “Ini salah satu faktor mereka mau berkunjung ke Indonesia. Masa tinggal wisatawan Inggris bisa dua kali lipat wisatawan negara Eropa lainnya. Di mata orang Inggris, Indonesia itu dicap sebagai destinasi wisata yang warm atau hangat,’’ tuturnya. 

Kehangatan itu baik karena sinar matahari yang melimpah. Maupun karena kehangatan masyarakat Indonesia dalam menyambut wisatawan asing.

Vita Datau Messakh, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia juga sepakat untuk mendorong Rendang, Soto Betawi dan Gado-Gado sebagai diplomasi kuliner di London, Inggris. Kelezatan tiga makanan itu, menurutnya tidak perlu diragukan lagi. Bumbu yang terdapat dalam Rendang, Soto Betawi dan Gado-Gado juga membuat cita rasanya semakin khas dan kuat.

"Soto sudah tampil di World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab. Sudah terbukti bisa menyaingi kuliner asal Malaysia, Abu Dhabi, Palestina dan Turki yang sama-sama menjadi nominator di World Halal Tourism Award 2016. Sementara rendang oleh CNN Travel dinobatkan sebagai World’s 50 Best Foods dan dilaunching di 2011 silam. Jurus ini akan sangat mengena,” tukasnya.

Menpar Arief Yahya juga ikut memperikan dua jempol. “Bagus, sambil promosikan kuliner Indonesia yang enak,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta.

Bagi dia, Soto Betawi, rendang dan gado-gado itu sangat merakyat dan rasanya memang oke. Khusus soto, kulinernya bahkan telah masuk daftar 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI). Makanannya juga bisa dinikmati di segala suasana, mulai sarapan, makan siang sampai makan malam. “”Kalau mau dikembangkan ke luar negeri, saya yakin Soto Betawi, Rendang dan Gado-Gado bisa menyaingi kulilner di restoran-restoran Thailand,” kata Arief Yahya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!