"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 27 Agustus 2017

Kenakan Iket Kepala Makuta Sinatra, Presiden Jokowi Membelah Lautan Manusia di Bandung




BANDUNG - Prediksi bahwa Bandung bakal menjadi "Lautan Manusia" terjadi di Sabtu sianv, 14.00 WIB, 26 Agustus 2017. Ratusan ribu pasang mata menyaksikan pawai bertitel Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 itu. 

Dengan mengenakan beskap berwarna ungu dan iket kepala Makuta Sinatria, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Karnaval yang di netizen populer dengan hastag #KarnavalPesonaParahyangan itu. Seru, heboh, atraktif, simpatik, dan sangat menghibur warga Bandung yang antusias. 

Kehadiran Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ini disambut meriah oleh ratusan ribu warga dan wisatawan sepanjang jalan rute karnaval. 

Sepanjang perjalanan dengan Kereta Pancasilan itu, Presiden Jokowi membagi-bagikan kaus "Wonderful Indonesia" dan "Pesona Indonesia." Warga Bandung pun ikut gembira dengan sapaan hangat orang nomor satu di tanah air itu. 

Bahkan ada satu sesi, Presiden turun dari kereta karnavalnya, yang didesain ileh para Budayawan dan Seniman Bandung itu. Mantan Gubernur DKI itu menghampiri ribuan penonton yang sudah dibarikade itu untuk bersalaman. 

"Makuta adalah mahkota, benda penutup kepala yang dipakai di atas kepala. Sementara Sinatria adalah kesatria, suatu karakter, sifat, sikap yang berani, adil, tegas dan jujur. Ini ciri khas Sunda," jelas Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. 

Kang Emil menjelaskan, dalam budaya Sunda, pemakaian iket kepala menunjukkan pemimpin,  sesorang  yang sedang menjalankan tugas mulia, seseorang yang sedang mencari peningkatan kebaikan diri.

"Dengan memakai rupa iket sunda ‘makuta sinatria’, menunjukkan bahwa pemakai iket ini memberikan wejangan bahwa dirinya telah melaksanakan "Tilu Eusi Diri" (tiga sikap diri), pertama mencerminkan sikap berani dan adil  dalam membuat pilihan keputusan demi menegakkan keadilan dan kebenaran sejati," paparnya. 

Sikap selanjutnya adalah panceg yang berketetapan hati/tegas, yakni selalu menggunakan suara hati nurani dalam mengemban tugas lahiriah maupun bathiniah.

"Sikap terakhir adalah Silih Wangi atau saling mewangikan atau saling memberikan kebaikan; melindungi mengayomi dengan sikap welas asih (kasih sayang) untuk pencapaian kebaikan dan kesejahteraan bersama. Menjalankan Kebaikan untuk sesama, keluarga, masyarakat, negara juga pribadi diri sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa," terangnya. 

Penonton Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan di Bandung tampak antusias melihat Presiden Jokowi. Apalagi saat Presiden Ikut iring-iringan Karnaval Kemerdekaan, Presiden Jokowi membagi-bagikan kaos dari atas Kereta Pancasila yang dinaikinya.

Para penonton yang mengetahui Presiden Jokowi ada di iring-iringan berteriak-teriak histeris. Mereka memanggil-manggil nama Jokowi. Sambil menyapa dari atas kendaraan, Jokowi pun membagi-bagikan kaos untuk warga. Dia dan Iriana melemparkan kaos-kaos tersebut dari atas Kereta Pancasila. Ridwan Kamil pun ikut-ikut membagikan.

Selain Arief Yahya, ada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara yang menggunakan pakaian adat Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga terlihat kompak menggunakan pakaian adat Sunda berwarna putih.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku mendapat bisikan dari Presiden Jokowi yang merasa puas dan terhibur dengan karnaval ini. Dirinya yakin ini berdampak pada perekonomian dan promosi pariwisata di Bandung. 

"Karnaval seperti ini sudah melekat di hati kita. Pasti masyarakat antusias. Ini juga bagus buat perekonomian daerah yang mengadakan. Hotel-hotel penuh, tempat kuliner ramai, toko-toko perbelanjaan juga kena imbasnya," kata Menpar Arief Yahya. 

Selain itu, lanjut Menpar Arief Yahya, karnaval semacam ini juga menggugah atau membangkitkan semangat kita bangsa Indonesia mengingat jasa para pahlawan perjuangan Kemerdekaan dan keberagaman budaya Indonesia. 

"Tadi Pak Presiden bisiki saya, "Ya inilah Indonesia,  sangat beragam tetapi bisa bersatu. Itulah yang membuat Indonesia kuat". Memang betul sekali apa yang disampaikan Pak Presiden itu," pungkas Menpar Arief Yahya.

Lebih jauh Menteri Arief Yahya yang mengenakan busana adat Sunda berwarna kuning gading itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensukseskan karnaval ini. "Terima kasih buat warga Bandung yang hadir dan antusias, termasuk yang ikut menyambut karnaval dengan mengenakan busana Nusantara," kata Arief Yahya. 

Dia juga berterima kasih kepada awal media, netizen, bloggers, vloggers, youtubers, aktivis medsos yang terus memposting kehebohan karnaval itu. Juga buat panpel, yang berhari-hari tidak tidur menyiapkan acara ini. Termasuk 13 provinsi dan 2.500 peserta karnaval, Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, petugas kebersihan, keamanan, dan semua yang sudah mensukseskan acara itu.

"Terima kasih pasa Pak Presiden, para Menteri dan Kepala Lembaga/Badan yang hadir. Luar biasa, sambutannya sangat mempesona!" kata Arief Yahya yang mengaku haru dengan netizen yang mengangkat karnaval ini dengan hastag #KarnavalPenuhPesona itu.  (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!