"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 26 September 2017

Gunakan Baju Adat Betawi, Menpar Arief Yahya Resmi Buka Rakornas Kepariwisataan III Tahun 2017




Jakarta -- Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan III Tahun 2017 resmi dibuka, Selasa (26/9) di Birawa Assembly Hotel Bidakara, Jakarta. Sejak pagi hari, seribuan stakeholder pariwisata sudah berkumpul guna membahas berbagai hal penting pariwisata dalam rangka mewujudkan targwt pariwisata nasional tahun 2018 sebanyak 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 270 juta pergerakan wisatawan nusantara. 

Dalam acara rakornas kali ini sangat spesial. Sebab seluruh peserta rakornas mengenakan busana nusantara yang menunjukkan keberagaman yang dimiliki Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yaylhya sendiri yan membuka kegiatan Rakornas menggunakan busana adat Betawi. 

Menpar Arief Yahya mengatakan, dalam rakornasbini memgangkat tema "Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018: Sinergi Mencapai 17 Juta Wisman dan 270 Juta Wisnus di Tahun 2018". 

Menpar Arief Yahya mengatakan, di tahun 2018 mendatang ada dua event internasional yang akan mendatangkan puluhan ribu wisman. Yakni Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 dan Pertemuan Bank Dunia-IMF di Bali pada Oktober 2018. Kedua ajang tersebutbdikatakan Menpar twntunya bakal memberikan dampak langsung terhadap pencapaian target 17 juta wisman di tahun depan. 

"Tahun 2018 kita ingin mempunyaiblebih 100 premier event berskala internasional untuk menggenjot kunjungan wisman. Untuk itubperlu ada stimulus di setiap daerah agar menciptakan event berskala internasional masuk dalam Calendar of Event Kemenpar sebagai Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018," ujar Menpar Arief Yahya. 

Hal tersebut dikatakannya merupakan program penting dalam memperluat unsur 3A yakni Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas khususnya unsur atraksi wisata berupa festival budaya, alam, dan buatan yang akan menjadi unggulan dan daya tarik pariwisata Indonesia. 

"Dalam rakornas ini akan dibahas bentuk stimulus yang perlu diberikan kepada daerah serta bagaimana menetapkan indikator standard penyelenggaraan event berskala internasional," kata Menpar. 

Tidak kalah penting, lanjutnya, adalah bagaimana menciptakan agar event tersebut menjadi sustainable yang mencakup elemen, pre event, event dan post event.

Menciptakan sustainable event menurut Menpar sering kali menjadi kelemahan karena hal itu berkaitan dengan dukumgan finansial daribpara sponsor karena bagaimana harusnya sebuah event internasional kalau tidak profit akan sulit untuk mempertahankan kelangsungannya atau sustainable event-nya diragukan. 

"Indonesia sejauh ini sudah memiliki sejumlah event internasional dan berjalan cukup lama atau terjaga kelangsungannya. Karena itu perlu ditingkatkan lagi dan dikelola lebih baik lagi," kata Menpar Arief Yahya. 

Rakornas Kepariwisataan III Tahun 2017 akan berlangsung hingga Rabu (27/9) esok. Turut hadir dalam rakornas kali ini Gubernur dan Kepala Dinas Pariwisata sejumlah provinsi, CEO perusahaan swaata nasional, perguruan tinggi dan akademisi serta media. 

Selain itu juga ada pelaku bisnis serta komunitas. Dalam rakornas juga akan dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan beberapa instansi terkait serta lembaga pemerintah dan non-pemerintah.
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!